Sabtu, 26 Januari 2013

Hard Disc (HD) terdeteksi di Bios tetapi saat diinstal tidak terdeteksi



Ini adalah masalah yang saya hadapi. Beberapa waktu yang lalu kakak saya hendak mendownload mata kuliah yang di berikan dosennya namun ia terkendala sebab laptopnya sering hang dan dia juga belum punya modem untuk internetan. Akhirnya laptopnya diberikan ke saya guna keperluannya tersebut. Setelah membeli modem dan laptopnya di nyalakan; wah………ada bunyi beep panjang gkaget juga….macet deh laptopnya……. Saya paksakan saja tuk running normal. Bootingnya lambat dan kadang gagal. Setelah dipaksakan ON/restart akhirnya masuk juga di windowsnya.
Setelah masuk di windows saya bersihkan discnya (Clean up Disc) dan defrag, lumayan agak bagus. Besoknya saya bawa ke tempat kerja karena saya mau download materi kuliah sekalian konsultasi dengan teman yang sudah familiar dengan computer, akhirnya atas saran teman tersebut saya harus install ulang OSnya. Nah pada saat reinstall barulah muncul maslah diatas. Di bios hard disc terdeteksi namun saat instal OS muncul peringatan tidak ditemukan media penyimpan. Dari Win 7  ganti lagi menginstal Win XP ehhhh ternyata gagal juga, kata teman ku HDnya bermasalah. Akhirnya Laptop di buka dan HDnya di reset ehhhhh belum menyelesaikan masalah. Berikutnya mencoba melepas baterenya namun saya ragu, soalnya sebelum di reinstall laptopnya tidak separah ini.
Setelah memasang kembali HDnya yang sudah di format kini komputernya kosong tanpa OS. Saya hendak membawa laptop itu ke tukang servis saja biar diperbaiki. Sambil menunggu waktu pulang dari kerja saya mencoba googling di internet permasalahan/penyebabnya dan saya sampai pada kesimpulan Coba mengistal dengan DVD install yang lain soalnya kata teman saya yang tadi menbantu reisntal ia juga menemukan hal yang sama ketika mengistal laptop teman saya dengan CD install yang sama. So saya memakai DVD win 7 yang dari teman lain dan saat saya mengisntal……….wah……..betapa senangnya saya semua berjalan dengan baik. Saat di nyalakan juga tidak ada bunyi beep dan booting awal normal dan tidak lambat seperti sebelunnya. So masalahnya di OS sebelumnya dan juga saat reinstall OS teman saya tersebut bermasalah juga. Kini dengan laptop tersebut saya posting tulisan ini. 

Yang saya mau infokan disini bukan masalah hang computer atau booting yang lambat tetapi Reinstal OS yang gagal karena HD yang tidak terdeteksi saat proses install sedang berlangsung. 

Semoga pengalaman saya bisa menjadi solusi yang dicoba apabila ada yang mengalami masalah yang sama.

Senin, 01 November 2010

BARAPEN, Masakan tradisional dari Biak

Kofur apen ke? pertanyaan yang sering di ucapkan mama-mama dari biak saat mau Barapen, yang artinya Apakah kita Barapen (bakar batu)? Oh yah…..sebelumnya apasih Barapen itu? Berasal darimanakah kata tersebut? Barapen berasal dari Wos Byak (bahasa Biak) yang terdiri dari dua suku kata yaitu kata Bar dan Apen. Bar artinya buat atau bikin, jalankan, selenggara; dan apen yang berasal dari kata apiam yang artinya api,panas, masak; dalam hal ini bakar batu dan memasak. Jadi Barapen adalah proses memasak makanan dengan menggunakan batu yang telah dipanaskan dahulu (batu yang telah di bakar), hal inilah sehingga orang sering menyebutnya dengan istilah bakar batu.

Di Biak proses barapen seperti berikut; pertama proses pemanasan batu yaitu dengan cara batu dibakar dalam api. Batu yang dipakai biasanya batu kali atau batu pantai ataupun batu gunung yang ukurannya segenggam tangan bentuknya juga dipilih yang bulat pipih dan permukaannya halus serta padat dan tidak habis terbakar dan yang lebih utama panas yang dihasilkan benar-benar maksimal dan panasnya tahan lama tidak cepat dingin. Batu yang dibakar dalam api dibiarkan sampai panasnya maksimal atau kayu yang di pakai untuk membakar batu tersebut sudah habis terbakar barulah batu panas di tebar rata dengan menggunakan tongkat kayu atau Kapim (penjepit yang terbuat dari bambu atau pelepah kelapa). Setelah batu di tebar buang sisa bara kayu dengan mengunakan kapim sehingga yang ada cuma batu panas saja, hal ini dilakukan guna menghindari makanan agar tidak hangus terbakar oleh sisa bara kayu. Wah…rumit juga ya…..proses bakar batunya.

Setelah proses pemanasan batu selesai, maka selanjutnya adalah proses memasak. Pada proses ini bahan makanan yang sudah disediakan lansung dimasukkan/diletakkan diatas batu panas dan di tebar merata. Makanan yang dibarapen berupa ubi jalar, ubi kayu, talas, sayuran dan dagin (biasanya dagin babi). Setelah makan di masukan maka sulanjutnya barapen tersebut ditutup dengan dedaunan agar panasnya tidak keluar. Agar meghasilkan panas yang baik biasanya setelah dedaunan ditudung lagi dengan menggunakan kain atau karung dan finishing ditutuplagi dengan pasir atau tanah. Selatelah ditutup dibiarkan selama kurang lebih setengah jam setelah itu barapen boleh di buka dan di makan bersama. Dalam perkembangannya bahan makanan yang dibarapen sudah berfariasi, yang lagi populer sekarang adalah Teba (tepung barapen), Ayam bumbu barapen; uuuuuuuu jadi lapar, pingin makan nihhhhh. Ohhhh yaahhhhhhh mengapa barapen disebut masakan tradisioanal? Karena kebiasaan ini sudah ada sejak dulu dan diwariskan sampai sekarang. Selain barapen untuk masak ada juga barapen untuk pentas seni aku lupa nama wosbyaknya tapi ini mempertunjukkan orang yang jalan diatas batu bara panas. Ok sekian dulu yahh……Aku jadi ingat Ibu yang kini telah tiada ibu yang mengajari aku BARAPEN.

Semoga melalui penulisan yang iseng2 ini bisa memotivasi kita untuk mau menulis menulis lebih banyak lagi guna melestarikan budaya kita masing2 ………………..hehehe moga bermanfaat………

Sabtu, 03 Juli 2010

Doa Bapa Kami (dalam wos byak)

KOSMARI, WAKAIN RO NANGGI!! SNOEMBRI, ISMA KOENEM NABA. KARADJAAN BEDA FIAFEER. MARISEN BEDA BEDJADI RO DOENJA, IMNIS RO NANGGI. ROBEAN WABOEK MAROKO RAS INI. WABOEK MAAF SASSAR KOBENA, IMNIS INKO BOEK MAAF FARO KAWASSA SIFROER SASSAR MAROKO. FARKIEN INKO BE SASSAR DORRI AWER, BAPE WAFASPAAR KO RO SOESA... KAM. KARADJAAN IS ORNE BEDA, NAPOSKO MA FIAMANGGOOR KAKOE ISOF FIORRO FIORRO. AMIN.

SUMBER FAJAR MEREKAH DI TANAH PAPUA